Jumat, 20 Januari 2012

merem melek



Cinta tak terucap
Siang hari di bawah terik sinar matahari seorang gadis yang bernama Sintia sedang menuggu kehadiran orang tuanya yang akan mengunjunginya di kota metropolitan,yaitu Jakarta.Orang tua Sintia sengaja datang karena pada hari itu Sintia berulang tahun yang ke-20 tahun.Tidak pernah terlewatkan jikalau Sintia sedang berulang tahun.Sintia sudah tidak sabar menunggu kehadiran mereka,tetapi pada saat itu telp genggam Sintia berdering.
” Sayang ini bunda,maaf hari ini bunda tidak bisa datang di acara yang special ini,bunda ada kerjaan mendadak di kantor” ucap bunda Sintia lewat telp.
” Ohh…ia bun gpp klo memang kerjaan ibu penting sekali Sintia bisa ngerti ko” jawab Sintia dengan nada kecewa.
” Selamat ulang tahun ia sayang doa bunda menyertai kamu,maafkan bunda tidak dapat menengok kamu disana” balas bunda dengan nada bersedih.
Dengan raut muka sedih dan sedikit kecewa Sintia berjalan pulang.Yang ada di pikiran dia hanya terlintas “ kenapa bunda lebih memilih pekerjaannya di banding aku “ketus dalam hati.pada malam itu ia hanya merayakan ulang tahunnya sendirian tanpa di temani oleh kedua orang tuanya yang sedang berhalangan datang.Keesokan harinya Sintia seperti biasa melakukan kegiatan yang serupa dengan minggu-minggu yang sebelumnya,Tetapi kali ini agak berbeda ia menemukan sesosok laki-laki yang memiliki raut wajah tampan (secara bintang kampus) dan memiliki fostur badan yang atletis (pemain basket sii).Sorotan wajah Sintia tidak teralihkan oleh apapun karena ia sedang asik menatap pria tersebut.Saking asiknya melihat pria itu,ternyata secara tiba-tiba ia menabrak tiang kolidor yang berada di dalam kampus,tepat di depan kelasnya.Teman-temannya secara serempak menghampiri Sintia karena khwatir dan cemas melihat kejadian tersebut.
”loe gpp sin??kepala loe baik-baik aja kan?”ucap sahabatnya.
”gpp ko santai aja lagi” jawab Sintia sambil mengusap-usap kepalanya yang tadi menabrak tiang.
Setelah masuk kelas Sintia tak henti-hentinya memikirkan pria yang ia lihat tadi pada saat iaa mau masuk kekelas.Sahabatnya memergoki Sintia sedang melamun sambil senyum-senyum sendiri.
”woii!!!!!ngelamun aja loe kesambet baru tau rasa lo!”sentak Rini sahabat Sintia yang selalu setia menemani Sintia kemanapun ia pergi.
”apaan sii Rin loe ngagetin gw tau,untung jantung gwa ga copot”jawab Sintia dengan nada kesal.
Jam mata kuliah pun telah selasai,Sintia dan Rini pulang bersama-sama karena mereka tinggal satu atap.Sambil melangkah pulang Rini tidak lupa menanyakan kejadian tadi di kelas pada saat Sintia melamun,tetapi Sintia tidak memberi tau apa yang sebenarnya terjadi.Sintia malah mengajak Rini untuk segera bergegas pulang.Sesampainya ia di kostan,Sintia dan Rini masuk ke kamar mereka masing-masing.Rini dengan raut wajah yang kesal karena tingkah laku Sintia yang menjengkelkan bersiap-siap untuk pergi ke mall bersama dengan Sintia,tetapi Sintia lain pada saat itu raut wajahnya bertolak belakang dengan sahabatnya.Setelah keduanya telah selesai bersiap-siap mereka pun segera pergi ke sebuah mall yang tidak begitu jauh dari kostan mereka.Rini yang tadinya sedang kesal saking asiknya bergurau dengan sahabatnya itu tampak ceria dibandingkan dengan raut wajahnya sesaat pulang kuliah.Mereka memasuki satu persatu toko baju yang berada di dalam mall itu,akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membeli sebuah baju yang percis sama menurut remaja sekarang si cople.Mereka berdua sudah seperti anak kembar yang mungkin tidak akan pernah bias di pisahkan.Sesampainya mereka di kostan mereka berdua kelelahan dan akhirnya merebahkan badannya di sebuah kasur yang berada di dalam kostan Sintia.Tanpa ada yang menyadari ternyata mereka sudah menghabiskan waktu seharian.keesokan harinya mereka berdua tidak ada mata kuliah satu pun alias libur. Mereka tampak kegirangan karena keduanya tidak memiliki mata kuliah.
”perbuatan konyol apalagi yang akan kita buat hari ini Sin?”.Ujar Rini yang sedang kebingungan mencari ide.
”gimana kalo hari ini berolahraga?atau kta habiskan dengan membuat cake?”jawab ide dari Sintia.
Tetapi Rini hanya menaikan bahunya tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.Setiap hari mereka membuang waktu mereka berdua tanpa ada pendamping.Suatu ketika mereka berdua sedang asik bercanda gurau datang seorang laki-laki yang menyakan kelas.
”mba….numpang nanya kalo kelas arsitektur dimana ya?”Tanya laki-laki itu.
”disono no…belok kanan” jawab Sintia ketus.
”makasih ia mba”jawab laki-laki dengan halus.
”loe ga bisa halus dikit apa sama cwo?”celotehan Rini.
Sintia yang hanya terdiam tanpa menghiraukan omongan Rini.Ohh ia hampir lupa cerita tentang cwo yang di taksir Sintia,ternyata cwo itu sudah memiliki pacar,mulai deh Sintia benci sama cwo.Klo di pikir-pikir sii apa salah cwo itu ya?sampe dia benci sama cwo satu itu.Sahabatnya pun tidak mengetahui peristiwa itu.Sintia memang sosok orang yang tidak pernah mengumbar-ngumbar masalah apapun,selagi dia bisa menyelesaikannya sendirian dia tidak akan bilang pada siapapun.Hari demi hari,Bulan demi bulan telah mereka lewati bersama.Tidak terasa Tahun ajaran baru pun telah dimulai dengan kondisi kampus yang baru Rini dan Sintia sangat bersemangat untuk melihat adik tingkatnya yang pada saat itu sedang orientasi siswa.Dengan kejahilan Sintia banyak sekali adik tingkatnya yang kena jahilannya.Sempat ada yang nangis lo gara-gara di suruh Sintia mencari orang yang bernama Sintia,padahal nama itu kan dia sendiri.Lucu banget kan tingkah laku is Sintia ini.Rini hanya bisa menertawakan adik tingkatnya yang sedang terkena perangkaapnya.Pada saat itu dia menjaili seorang cwo yang sedang asik duduk di bawah pohon.
”heh ngapain diem disini!!bukannya ikut kumpul malah asik-asik diem di bwah pohon”.dengan nada tinggi.
”udah Sin,udah kasian anak orang loe gituin terus dari tadi”.bisik Rini.
Cwo itu sama sekali tidak menghiraukan omongan Sintia yang begitu keras,dengan santainya dia pergi meninggalkan mereka berdua.Dengan wajah terpelongo dan bego mereka berdua saling berhadapan dan terheran-heran melihat tingkah laku adik tingkatnya yang satu itu.Akhirnya tanpa pikir panjang mereka pun melesat mengikuti laki-laki itu.Pada saat mereka sedang asik mengikuti laki-laki itu mereka di panggil oleh salah satu temannya.Akhirnya dengan sangat menyesal mereka tidak jadi mengikuti laki-laki itu,tetapi mereka akan mencari tahu lain kali siapa cwo itu sebenarnya.Hari demi hari pun telah terlewati merkeka selalu mencari keberadaan cwo yang mereka temukan pada saat orientasi di laksanakan,karena menurut merka cwo itu sangat tidak sopan dan harus di ajarkan yang namanya sopan santun.Pada saat mereka sedang asik menikmati sejuknya suasana di taman kampus,laki-laki itu melintas di hadapan mereka,tanpa basa-basi mereka menyambar langsung laki-laki itu.
”heh loe!!!” teriak Sintia.
”gw?”jawab cwo itu dengan nada dingin.
”ia loe siapa lagi!!! Ketus Sintia.
Tetapi seperti biasa cwo itu tidak menghiraukan perkataan mereka,cwo itu berjalan lurus seperti tidak terjadi apa-apa.Sintia dan Rini tambah penasaran siapa sebenarnya cwo itu,dengan seenaknya dia memperlakukan kita seperti patung.Mereka mengikuti cwo itu dengan semangat yang menggebu-gebu.akhirnya di suatu tempat dia sedang duduk sendirian dengan headset yang tepat di letekan di telinganya.Sintia dan Rini merasa ada yang ganjil atas sikap cwo itu,dengan wajah songongnya mereka mendekati cwo itu dan mereka duduk pas di sampingnya.
”loe itu siapa sii?ko bisa-bisanya loe cuekin kita bedua?”.ucap Sintia dengan nada yang sdikit lembut dari biasanya.
”gw bukan siapa-siapa ko?ngapain si kalian ngikutin gw sampe kaya gini?ada perlu apa loe berdua sama gw?klo ada kesalahan yang gw lakuin sama loe berdua mavin gw”.Dengan nada yang datar dan dingin.
Pada saat itu suasana terasa sangat kaku,Sintia dan Rini tiba-tiba hanya terdiam mendengar ucapan cwo itu,dan pada saat itu juga cwo itu meninggalkan mereka seperti biasanya,tidak ada satu pun orang yang berada disana selain mereka,.muka mereka terlihat sangat lucu seperti melihat mahluk halus.
”ada ia cwo sedingin dia Rin”.dengan nada datar dan tidak percaya.
”ia Sin,gw aja bingung otak anak itu tebuat dari baja apa bukan ia?”.jawab Rini.
Akhirnya mereka berdua pergi dari tempat itu.Setalah mereka berdua pulang dan sampai di tempat kostan mereka,kali ini mereka berada di dalam kostan Rini yang berada tepat di samping kostan Sintia.Mereka berdua terus membahas tentang laki-laki itu,karena baru kali ini ada cwo sejutek cwo yang mereka temui tadi siang.Keesokan harinya mereka kembali melakukan aktivitas seperti biasanya,tetapi semenjak laki-laki itu  muncul kerjaan mereka bertambah yaitu mencari tau siapa sebenarnya laki-laki itu.Sampai titik puncak kesabaran mereka,mereka akhirnya menanyakan identitas cwo itu ke bagian kemahasiswaan,mereka menanyakan cwo itu dengan penuh harapan semuanya terbongkar.Setelah penjaga kemahasiswaan menanyakan ciri-ciri cwo itu dan memperlihatkan fotonya,terungkaplah teryata cwo itu merupakan anak dari donatur kampus mereka.Dengan wajah tidak percaya mereka semua terlihat seperti orang yang sedang terkena masalah besar,muka mereka berdua memerah karena malu,selama ini mereka membentak-bentak anak dari donator kampus mereka.
”Rin gw harus gimana nih?”.dengan nada ketakutan.
”ga tau Sin kayanya kita harus minta mav deh sama cwo itu nati klo ketemu lagi”.jawab Rini polos.
”oke…oke…!”.jawab Sintia takut.
Mereka berdua berjalan sambil memikirkan kenapa cwo itu super cuek dan dingin pada semua orang. Beberapa hari kemudian mereka berdua menemukan cwo itu di tempat biasa cwo itu diam.Mereka pun menghampiri cwo itu,belum sempat mereka ngomong cwo itu sudah pergi tetapi mereka teriak memanggil cwo itu untuk tidak pergi.
”woi…jangan pergi dulu gw mau ngomong sesuatu”.teriak Sintia.
Cwo itu pun berhenti dan menghampiri mereka.
”ada apalagi?gw buat masalah lagi sama kalian?”.ucap cwo itu dengan nada dingin seperti biasanya.
”ga ko gw sama temen gw mau minta mav sama loe,karena sikap kita berdua kurang sopan sama loe”.jawab Sintia dengan nada rendah.
”ohh Cuma itu,santai aja ga perlu ada kata-kata minta mav”.jawab kembali cwo itu dan meningglkan mereka berdua.
Sintia dan Rini selalu terlihat bodoh apabila bertemu dengan cwo itu.Tetapi lain dengan kali ini walaupun mereka tampak bodoh tetapi mereka bedua lega karena telah meminta mav pada cwo itu.Walaupun sudah lega tetapi mereka selalu di buat penasaran oleh laki-laki itu,apa yang sebenarnya terjadi sama cwo itu.Selalu duduk sendirian di tempat sepi kaya gini,nadanya dingin dan datar.Itu semua tanda tanya bagi merka berdua dan perlu di selidiki.Mereka berdua tipe cwe yang penasaran apabila ada yang mengganjal bagi mereka,kali ini misi mereka adalah laki-laki itu.Pada pagi hari yang sangat cerah anak-anak sedang sibuk berada di papan madding karena nilai mereka sudah keluar Sintia dan Rini pun ikut menyerbu manding yang di padati oleh anak-anak lain.Pada saat mereka sedang sibuk melihat-lihat nilai mereka,mereka berdua melihat cwo itu memandang kearah madding lalu pergi begitu saja.Tanpa di hiraukan mereka,mereka pun kembali asik melihat nilai-nilai mereka yang sudah keluar.Dilihatnya ada sebuah nama yang selalu berada di urutan pertama yaitu rizky.Di otak mereka pasti Rizky ini tipe orang yang cupu,berkaca mata tebal,susah bergaul,setelah mereka menanyakan siapa sebenarnya rizky pada anak-anak yang sedang asik melihat nilai-nilai mereka.Uppzzzz ternyata mereka menyakan orang yang selalu ada di urutan pertama itu pada orangnya,dengan wajah yang memerah mereka pun pergi perlahan-lahan dan lari.Dengan sepenuh tenaga mereka melesat pergi dan tanpa sengaja mereka menabrak cwo yang sedang menjadi incaran mereka.
”aduuhhhh…..sory..sory..”.Ucap Rini.
”gpp ko,gimana nilai kalian bagus?pasti si rizky lagi yang jadi urutan pertama pada semua mata kuliah?”.ucap cwo itu dengan nada halus tidak seperti biasanya.
”loe udah liat nilai-nilainya?ia rizky lagi yang dapetin urutan pertama,pintar banget dia.udah cakep,pinter pula,anak kelas apa sii dia?loe tau ga?”.tanya Sintia.
”anak kelas B,dia kaka gw”.setelah menjawab pertanyaan mereka dengan nada yang datar cwo itu pun pergi.
Sintia dan Rini seperti biasanya memperlihatkan muka bodoh mereka yang masih tidak percaya klo Rizky kakanya cwo itu.Karena keduanya tidak memiliki kesamaan,yang ada juga perbedaan antara langit dan bumi.
”mana bisa Rizky kakanya cwo itu?”.ucap Sintia.
”gw juga ga percaya sama omongan cwo itu Sin.Berasa ga mungkin banget”.jawab Rini dengan muka polosnya.
Pada saat mereka mau pulang,mereka ga sengaja ngeliat cwo itu sedang berada di tenda lapangan basket kampusnya,pada saat mereka mendekati cwo itu,cwo itu terlihat lari ke arah toilet.Saking penasarannya,mereka mengukuti cwo itu,sesampainya mereka di depan toilet cwo itu,mereka berdua mendengar jeritan suara cwo yang sedang kesakitan.Mereka berdua tanpa pikir panjang segera memasuki toilet yang terdengar suara jritan itu,tetapi pintu toilet itu tekunci.Mereka terlihat samgat panik pada saat itu,dan akhirnya mereka pun berniat menunggu orang itu keluar dari toiletnya.Ternyata yang keluar dari toilet itu cwo yang mereka jadikan sasaran selama ini.Pada saat mereka akan menghampiri cwo itu,cwo itu sesegera mungkin mengambil tasnya dan segera pergi.Sintia dan Rini sudah bersiap-siap akan mengejar dia tetapi cwo itu tergesa-gesa memasuki mobilnya yang di parkirkan tidak jauh dari tempat dia diam tadi.Rasa penasaran mereka pun semakin tinggi untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.Beberapa hari kemudian mereka akan memasuki kampus mereka,mereka tidak sengaja melihat cwo itu sedang di marahi oleh ayahnya.Mereka berdua mempercepat langkahnya karena mereka berdua ga tega melihat cwo itu di bentak-bentak bahkan sampai di tampar oleh ayahnya.Sepanjang perjalan mereka menuju kelas,mereka membicarakan laki-laki itu.
”jahat banget ayahnya cwo itu Rin”.ucap polos Sintia.
”ia Sin apa salah cwo itu iaa?kayanya kita harus cepat-cepat menanyakan hal ini sama cwo itu deh Sin”.jawab Rini.
Mereka berdua pun memasuki kelas dan mengikuti mata kuliah dengan penuh pertanyaan besar tentang cwo itu.Selesai jam mata kuliah mereka berdua menyimpangi kantin yang tepat berada di depan taman yang biasa mereka tempati.Mereka berdua selalu membahas cwo itu dimana pun mereka ada kesempatan untuk berbicara.Selang satu hari mereka melihat cwo itu sedang berada di dalam mobil yang seperti biasa di parkirkan di dekat lapangan basket kampus.Tetapi tampak aneh pada saat itu yang biasanya apabila orang yang sedang berada di dalam mobil terlihat damai dan sepi,kali ini lain didalam mobil itu terdengar suara music yang sangat keras,seperti biasa mereka penasaran dan mendekati mobil cwo itu.Sesampainya di depan mobil cwo itu,dengan menutup telinga mereka karena suara music yang sangat keras mereka berdua melihat cwo itu sedang muntah-muntah di dalam mobilnya,tanpa pikir panjang mereka membuka pintu mobil cwo itu dan mematikan mesin mobil yang dari tadi hidup.Sintia dan Rini mengeluarkan cwo itu dari mobilnya dan menyenderkannya pada sebuah pohon rindang di samping mobil itu di parkirkan.Sintia mengeluarkan tissue dari tasnya dan mengelapkan tissu pada cwo itu karena banyak sekali keringat yang di keluarkan cwo itu.Sambil menunggu cwo itu membaik mereka berdua membuang sebuah tempat yang menjadi tempat pada saat cwo itu muntah-muntah.Akhirnya cwo itu pun membaik keadaanya.
”loe gpp kan?loe sakit?”.tanya Sintia.
”kayanya gw masuk angin,lemes banget badan gw,ada yang bisa bawa mobil tolong anterin gw balik dong.”.jawab cwo itu dengan suara lemas.
Akhirnya Rini yang membawa mobil cwo itu dan Sintia berada di belakang sambil menjaga cwo itu.Pada saat di perjalanan Sintia memandang cwo itu terus-terusan,banyak sekali pertanyaan yang akan dia tanyakan pada cwo itu,tetapi tidak satu pun pertanyaan itu keluar dari mulutnya.
“Minggirin mobilnya dong bentar”.ucap cwo itu lemas.
Akhirnya Rini pun meminggirkan mobilnya.
“Oeeeee…..oe….”.suara muntah cwo itu.
“Beneran loe gpp?loe ke rumah sakit aja ya?dari pad aloe tambah sakit”.tanya Sintia khawatir.
“Udah ga usah!gw gpp”.ketus cwo itu.
Perjalanan pun di teruskan.Sintia berkali-kali menyuruhnya untuk pergi ke rumah sakit,tetapi jawabannya sama cwo itu menolaknya.Pada saat melanjutkan perjalanan Sintia menanyakan nama cwo itu,karena dari awal ketemu mereka belum berkenalan.
“Ngomong-ngomong nama loe siapa?dari awal sampe sekarang gw sama temen gw ga tau nama loe siapa”.Tanya Sintia
“sampe lupa gw ngenalin diri gw sendiri,nama gw Avid,makasih loe berdua udah mau ge repotin ya”.Jawab Avid lemas.
“Mungkin memang jiwa cwo ini dingin kali ya?”.Tanyanya dalam hati.
Karena selama di perjalanan cwo itu hanya terdiam,lama-lama cwo itu memegang perutnya dan semakin dia merasa kesakitan.
“Bisa tolong ambilin obat gw di tas gw ga?”.ucap cwo itu dengan nada merintih kesakitan.
.Dengan rasa khawatir Sintia mengambilkan obatnya dan cwo itu pun meminumnya.Walaupun tidak langsung membaik cwo itu terlihat sangat tidak berdaya,yang mereka tau cwo itu dingin tetapi kali ini mereka milihat cwo itu tidak berdaya lagi.Akhirnya mereka sampai pada satu rumah yang terlihat sekali dari luar rumah itu seperti tidak pernah di tempati.Pembantunya membukakan pintu gerbang rumah itu,lalu kami meminta pembantunya membantu mereka mengangkat cwo itu,karena terlihat sekali cwo itu sangat lemas.
”Den Avid kenapa?den Avid baik-baik aja kan?.tanya khawatir pembantunya sambil membawa Avid masuk ke dalam rumah.
“Kayanya Avid sakit,kalo bisa nanti bawa dia ke rumah sakit aja,masalahnya dari tadi saya suruh dia ke rumah sakit,Avid selalu menolaknya”.Jawab Sintia dengan raut wajah panik.
“Loe berdua tunggu di luar aja,mang tolong buatin mereka minuman,oh ya thanks loe berdua mau nolongin gw”.Ucap Avid sebelum Sintia dan Rini ikut masuk untuk mengantar Avid ke kamarnya.
“Baik den”.Jawab pembantunya sambil membawa majikannya ke dalam kamar.
“Kalian mau minum apa?”.Tanya pembantunya.
“Oh ga Pa,kami berdua mau pamitan pulang aja,oh ia semoga Avid cepet sembuh ya.Kami pamit pulang ya pa,selamat sore”.Jawab Sintia.
“Makasih ya udah anterin den Avid pulang,selamat sore hati-hati di jalan ya”.jawab pembantu.
Mereka pun pulang.Disepanjang perjalan pulang mereka berdua saling bertukar pikiran tentang cwo itu,karena pemikiran mereka sama yaitu penasaran.Sesampainya di kostan masing-masing mereka berdua langsung meniduri kasur mereka karena kelelahan.Mereka tetap penasaran apa yang sedang cwo sembunyikan.Hari demi hari mereka lewati,tetapi akhir-akhir ini mereka berdua jarang sekali melihat cwo itu di kampus,karena mereka berdua di ambang kebingungan dan penasaran.Akhirnya mereka berdua mendatangi rumah cwo itu,tetapi ternyata cwo itu tidak lagi menempati rumah itu,dan tidak ada yang tau sama sekali keberadaan cwo itu sekarang.Tidak tahu apa yang harus mereka lakukan pada saat itu,akhirnya mereka berdua putus asa untuk mencari keberadaan cwo itu.Setelah mereka tidak menghiraukan keberadaan cwo itu lagi,tiba-tiba ada pengumuman di papan madding klo ternyata anak dari penyumbang yayasan kampuss mereka telah melanjutkan kuliahnya di luar negeri dan anak itu sekarang menjadi dosen di kampus mereka,Sintia dan Rini yang tadinya membaca pengumuman itu dengan serius tergaket bersamaan.
”hah?sialan orang yang kita cari selama ini,dia menghilang buat menuntut ilmu di luar negeri!!!”ucap Sintia dengan nada emosi.
Tetapi Rini hanya terdiam karena tidak percaya dengan pengumuman yang telah di tempel di madding kampus mereka.Mata kuliah pun akan segera di mulai mereka berdua berlarian menuju kelas mereka karena mereka berdua telat masuk pada mata kuliah pada saat itu.Sesampainya di depan kelas mereka mereka terengah-engah karena lari-lari.Saat mau memasuki kelas mereka,mereka terdiam sejenak karena mereka melihat dosen mereka yang sudah tidak asing lagi bagi mereka.
“Mav pa kami telat,boleh kami masuk jam mata kuliah bapa?”.Dengan nada yang terengah-engah cape habis berlarian,dan dengan raut wajah kebingungan.
Dengan wajah tidak percaya,dengan suara yang sangat kecil mereka mengobrol untuk membahas masalah ini.Setelah jam mata kuliah mereka selesai tanpa pikir panjang mereka berdua menghampiri dosen mereka.
”permisi pa,nama bapa Rizky ya?”Tanya Rini dengan sopan.
”iya benar,kalian mahasiswi yang telat tadi ya?ada apa?ada yang mau kalian tanyakan kepada saya?”jawab Rizky dengan nada lebut.
”ohh bukan pa,maaf pa saya lancang,saya mau menanyakan apa benar bapa kakanya dari teman saya Avid?”wajah ketakutan.
Tetapi pada saat itu tanpa dia keluarkan satu kata pun dari bibir Rizky,Rizky pun meninggalkan mereka berdua.
“pa…tunggu pa….”.panggil Sintia.
Tetapi Rizky tidak menghiraukan ucapan Sintia.
“Kenapa tuh dia?ko sikapnya aneh banget setelah gw tanya soal Avid”.Cetus Sintia.
“Ga tau gw Sin,Kayanya ada yang ga beres nih”.Jawab Rini penasaran.
Mereka berdua sangat kebingungan karena terheran-heran dengan tingkah laku Rizky tadi.Mereka berdua kembali di landa penasaran yang luar biasa.Akhirnya masa pencarian pun di mulai Sintia dan Rini di sibukan oleh sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting.Semakin hari semakin dibuat penasaran,dan akhirnya mereka mulai bertanya-tanya pada Rizky dosen baru mereka.Setelah mereka tau Avid mengapa dan kemana mereka,mereka hanya memiliki reaksi yang sama yaitu berdiam diri tanpa di lontarkan satu kata pun.Ternyata cwo yang selama ini mereka cari-cari menghilang dari rumah,karena menurut kakanya sendiri Avid memang tergolong anak yang pendiam,tidak pernah menceritakan apa masalah dia.Keluarga mereka pun saat ini sedang mencar keberadaan Avid yang menghilang entah kemana.
Di kota yang berbeda Avid sedang asik memompa paru-parunya untuk menghisap batang demi batang rokok.Terlihat sekali wajah Avid yang ptus asa dan tidak memiliki semnagat untuk hidup,nampaknya dia depresi berat,menanggung banyak masalah yang sama sekali tidak dia ceritakan sama siapapun.Avid yang berada di kota Jakarta di mana di tempat itu dia menghabiskan banyak waktunya.Belum ada sama sekali yang tahu keberadaan Avid dimana.Tetapi lain Avid yang saat ini,dia menjadi seorang laki-laki yang dapat tergolong laki-laki yang urakan,berbeda sekali dengan Avid yang dahulu.Hari demi hari telah terlewati,hari demi hari pun Avid semakin tak karuan kondisinya.Di luar sana keluarganya sedang sibuk mencari keberadaan Avid sekarang,tanpa di duga salah satu dari teman Avid melihat Avid pada saat itu,dan langsung memberitahu keberadaan Avid kepada orang tuanya Avid.Tanpa banyak membuang-buang waktu keluarga Avid pun langsung melesat ke tempat dimana Avid tinggal sekarang.Singkat cerita mereka akhirnya bertemu.
”mavkan bunda sama ayah ya nak,selama ini kami mengira kamu anak yang tidak pernah mendengarkan nasihat kami,sekarang kami mengerti mengapa kamu bersikap seperti ini,mavkan kami sekali lagi”ujar ibunda kepada Avid yang sedang duduk.
”iya bun,Avid ngerti ko,memang selama ini Avid bkin jengkel bunda dan ayah,apalagi ka Rizky.Mavin Avid juga iya bun,yah,ka?Avid janji setelah ini Avid akan menjadi anak yang penurut dan dapt di banggakan.Avid janji ga akan menyusahkan kalian lagi,Avid sudah bosan hidup seperti ini,Avid Cuma pingin bunda,ayah,dan kaka bisa bahagia”.jawab Avid,tidak lama bundanya ingin memeluk dia.
Avid tiba-tiba jatuh.Mereka semua terkejut,dan segera membawa Avid ke rumah sakit,tetapi nyawa Avid tidak tertolong lagi.Selama ini Avid yang diam tanpa kata memiliki penyakit yang membuat dirinya terpukul selama ini.Keesokan harinya pemakaman akan di laksanakan Sintia dan Rini sangat terpukul atas kepergian sahabatnya ya walaupun mereka awalnya sebel sama Avid.Tetapi mereka sadar ini yang di namakan persahabatan,saling memikirkan satu sama lain.Pembantunya yang selama ini menjaga Avid memberikan beberap tulisan Avid di sisa hidupnya.
Bundaku tersyang dan akan selalu kusayang walaupun hanya ku pendam di dalam hati yang sangat kecil ini.Mavin Avid bun selama ini Avid hanya nyusahin bunda,bikin kesel bunda,bikin bunda nangis juga pernah.Avid sadar Avid bukan anak yang dapat di banggakan sama bunda,tapi suatu saat nanti bunda akan bahagia oleh kaka Rizky bun.Bunda Avid minta tolong sama bunda teruskan usaha Avid yang berada di Jakarta,mang Ijo (pembantunya) tau ko tempatnya dimana bunda tanyakan saja pada dia.Semoga semuanya bermanfaat buat bunda.Avid Cuma pingin liat bunda tersenyum di saat Avid pergi,Avid memang jahat udah ninggalin bunda tanpa bisa membahagiakan bunda.Tapi asal bunda tau Avid tidak pernah sedetik pun melupakan bunda,bunda selalu ada di dalam pikirandan hati Avid,bunda ga nyesel kan punya anak seperti Avid? Ga nyesel juga kan ngegedein Avid?semoga bunda nerima Avid apa adanya.Tesenyumlah untuk anakmu yang selalu membuat onar dalam keluarga bun,Avid seneng kalo liat bunda tersenyum dan bahagia,salam sujudku dalam hatimu bun.
                                                                                                Anak nakalmu
                                                                                                            Avid

            Ayah,selama ini Avid yakin ayah kecewa sama Avid.Avid rela setiap hari kena pukulan ayah karena Avid ga pernah mau dengerin kata-kata ayah,tapi ayah ahrus tau Avid hanya ingin menjadi diri Avid sendiri,Avid gam au di batas-batasi seperti selama ini.Avid kesiksa dengan situasi yang ayah berikan kepada Avid,memang Avd tidak seperti anak kesayang ayah yaitu kaka Rizky,tapi Avid tau gimana caranya bisa memberikan kebahagian kepada ayah,tetapi waktu tidak berpihak padaku yah,aku di kejar oleh waktu yang sangat sempit di berikan oleh Tuhan.Ayah sebenarnya dari dulu yang Avid pingin Cuma 1 ngeliat ayah yang selama ini keras terhadap Avid,tersenyum ikhlas di depan Avid,senyum ayah yang dapat me,buat Avid melakukan apapun yang ayah mau,tetapi sampai saat ini mungkin sampai Avid tidak ada ayah tidka mau memberikan senyumanmu kepada anak yang selalu membangkang nasihatmu yah.Avid merasa sangat berdoa sekali selama Avid hidup di dunia ini<ayah yang menginginkan anaknya menjadi anak yang berguna tetapi malah sebaliknya Avid selalu melawan ayah.Ayah tidak ada satu pun ayah yang Avid banggakan,Cuma ayah yang Avid banggakan kepada teman-teman Avid.Avid selalu bilang klo ayah Avidlah yang paling baik,selau memebrikan yang terbaik untuk anaknya.Ayah tebarkan selalu senyumu kepada anakmu ini yang sedang asik meledekmu di dalam tanah merah,yang tertutup rapat pada saat ini.mavin Avid yah.
                                                                                                Si pembangkang
                                                                                                            Avid

            Kakaku yang paling baik dan paling pintar jangan marah ya sama adikmu ini,adikmu ini pasti selalu bikin jengkel.Avid bangga punya kaka sebaik dan sepintar kaka,Avid ga akan pernah bisa menjadi kaka dan begitu pula kaka ga akan bisa menjadi Avid.Avid selalu bikin masalah sama kalian,Avid hanya ingin melihat kaka bisa menjadi anak kebanggaan bunda dan ayah,karena Avid tau Avid ga akan pernah bisa menjadi anak yang di harapkan sama bunda dan ayah.Kaka tolong jaga bunda dan ayah di sana ya,buat mereka selalu tersenyum bangga karena kaka,Avid yakin kaka ga akan kecewain Avid ia kan?Avid ingin sekali menjadi anak yang mereka banggakan tetapi semua itu sudah terlambat waktu yang Avid punya tidak banyak,Avid titip bunda sama ayah ya kaka.Avid selalu saying sama kaka.
                                                                                                Si menjengkelkan
                                                                                                Adikmu Avid

            Hei sahabat-sahabat gw yang mungkin hanya kalian yang gw punya,apa kabar kalian hari ini?udah lama ya kita ga ketemu,apa kalian semua cemas waktu gw ilang?kayanya engga deh ya.Gw ga nyangka dapetin sahabat seperti kalian.Sintia yang selalu bikin gw jengkel karena sifatnya yang galak,dan Rini yang selalu membela gw disaat gw di marahin Sintia.Awalnya gw jengkel sama Sintia ternyata kejengkelan gw berubah menjadi perasaan sayang,selama itu gw suka lo Sin,mav gw ga bisa ungkapin semua ini,gw hanya seorang pengecut.Rini sahabat gw yang paling mengerti gw loe jagain cwe yang paling gw sayang setelah nyokap gw.Gw tau loe sahabatnya yang paling baik dan mengerti apa yang Sintia mau.Gw sayang lo semua.
                                                                                                Si pendiam
                                                                                                Avid
            Setelah mereka membaca masing-masing surat yang di buat Avid tanpa di sadarai air mata telah mengalir di pipi mereka semua.Sintia pada saat itu merasa sangat menyesal karena selama ini dia tidak bisa merasakan apa yang Avid rasakan selama ini.Rini hanya mengusap-usap punggung Sintia untuk dapat menenangkan hati Sintia yang pada saat itu sedang hancur.
”kita pulang yu Sin?”.ucap Rini mengajak Sintia pulang.
Akhirnya mereka memutuskan pulang dan berpamitan kepada orang tua Avid.Hari demi hari yang Sintia rasakan sangatlah kesepian dia masih saja menyesal atas perbuatannya kepada Avid..
”andai aja dari dulu gw tau perasaan Avid sama gw,gw yakin semuanya ga bakalan kaya sekarang Rin”.cetus Sintia.
”udah Sin,umur manusia ga ada yang tahu,yang tau semua itu hanya tuhan,lo yang sabar ia Avid bakalan seneng banget kalo liat loe bahagia”.jawab Rini untuk menenangkan Sintia.
”Rin gw nyesel Rin!!!”.dengan nada menyesal dan bercucuran air mata.
Rini hanya dapat memeluk Sintia dan mengelus-elus rambutnya yang panjang terurai.Sintia pun menjalani hari-harinya dengan penuh penyesalan.Tetapi tak lama dari itu Sintia tau apa yang harus dia lakukan demi membalas semua kasih sayang yang Avid simpan selama ini.Dia menjadi mahasiswi yang di banggakan di kampusnya dengan nilai-nilainya yang bagus.Sintia pun mendapatkan cwo yang mungkin tergolong poluler di kampusnya.Sintia dan pacarnya yang baru sangatlah cocok menjadi sepasang kekasih,karena Sintia tidak mau menyesal seperti apa yang dia selali hingga saat ini.
Penyesalan selalu datang di akhir,katakanlah bila kau memang ingin mengatakannya.jangan sampai apa yang akan di katakan tidak sempat di ungkapkan dan di dengar oleh orang yang sangat berati bagi kita.Karena hidup manusia tidak akan ada yang tau,hanya Tuhan yang dapat menentukan semuanya.

            

3 komentar:

  1. buat Mr.U entah siapa orang yang berada di sana sebelumnya makasih udah bilang bgus karya sayamtapi klo urusan kehidupan saya tolong jangan di bhas di sini.....mav saya hapus komentarnya berasa ga penting klo mau komen tentang kehidupan saya!!!

    BalasHapus
  2. saya tau anda tapi anda tidak tau saya ^^
    semangat terus untuk berkarya
    dan semoga menjadi penulis yang hebat
    saya cuman mw correct tentang penulisannya pada tanda" baca
    seperti koma atau titik yang harus di perhatikan lagi

    BalasHapus
  3. kayanya eka juga tau kamu....tpi ga usah di bhas lah ia..
    emang ini semua cerita tanpa editan...murni jadi langsung di simpen

    BalasHapus