Cinta tak terucap
Siang hari di bawah terik
sinar matahari seorang gadis yang bernama Sintia sedang menuggu kehadiran orang
tuanya yang akan mengunjunginya di kota metropolitan,yaitu Jakarta.Orang tua
Sintia sengaja datang karena pada hari itu Sintia berulang tahun yang ke-20
tahun.Tidak pernah terlewatkan jikalau Sintia sedang berulang tahun.Sintia
sudah tidak sabar menunggu kehadiran mereka,tetapi pada saat itu telp genggam
Sintia berdering.
” Sayang ini bunda,maaf hari ini bunda tidak bisa datang
di acara yang special ini,bunda ada kerjaan mendadak di kantor” ucap bunda
Sintia lewat telp.
” Ohh…ia bun gpp klo memang kerjaan ibu penting sekali
Sintia bisa ngerti ko” jawab Sintia dengan nada kecewa.
” Selamat ulang tahun ia sayang doa bunda menyertai kamu,maafkan
bunda tidak dapat menengok kamu disana” balas bunda dengan nada bersedih.
Dengan raut muka sedih dan sedikit kecewa Sintia
berjalan pulang.Yang ada di pikiran dia hanya terlintas “ kenapa bunda lebih
memilih pekerjaannya di banding aku “ketus dalam hati.pada malam itu ia hanya
merayakan ulang tahunnya sendirian tanpa di temani oleh kedua orang tuanya yang
sedang berhalangan datang.Keesokan harinya Sintia seperti biasa melakukan
kegiatan yang serupa dengan minggu-minggu yang sebelumnya,Tetapi kali ini agak
berbeda ia menemukan sesosok laki-laki yang memiliki raut wajah tampan (secara
bintang kampus) dan memiliki fostur badan yang atletis (pemain basket
sii).Sorotan wajah Sintia tidak teralihkan oleh apapun karena ia sedang asik
menatap pria tersebut.Saking asiknya melihat pria itu,ternyata secara tiba-tiba
ia menabrak tiang kolidor yang berada di dalam kampus,tepat di depan
kelasnya.Teman-temannya secara serempak menghampiri Sintia karena khwatir dan
cemas melihat kejadian tersebut.
”loe gpp sin??kepala loe baik-baik aja kan?”ucap
sahabatnya.
”gpp ko santai aja lagi” jawab Sintia sambil
mengusap-usap kepalanya yang tadi menabrak tiang.
Setelah masuk kelas Sintia tak henti-hentinya
memikirkan pria yang ia lihat tadi pada saat iaa mau masuk kekelas.Sahabatnya
memergoki Sintia sedang melamun sambil senyum-senyum sendiri.
”woii!!!!!ngelamun aja loe kesambet baru tau rasa
lo!”sentak Rini sahabat Sintia yang selalu setia menemani Sintia kemanapun ia
pergi.
”apaan sii Rin loe ngagetin gw tau,untung jantung gwa
ga copot”jawab Sintia dengan nada kesal.
Jam mata kuliah pun telah selasai,Sintia dan Rini
pulang bersama-sama karena mereka tinggal satu atap.Sambil melangkah pulang
Rini tidak lupa menanyakan kejadian tadi di kelas pada saat Sintia
melamun,tetapi Sintia tidak memberi tau apa yang sebenarnya terjadi.Sintia
malah mengajak Rini untuk segera bergegas pulang.Sesampainya ia di kostan,Sintia
dan Rini masuk ke kamar mereka masing-masing.Rini dengan raut wajah yang kesal
karena tingkah laku Sintia yang menjengkelkan bersiap-siap untuk pergi ke mall
bersama dengan Sintia,tetapi Sintia lain pada saat itu raut wajahnya bertolak
belakang dengan sahabatnya.Setelah keduanya telah selesai bersiap-siap mereka
pun segera pergi ke sebuah mall yang tidak begitu jauh dari kostan mereka.Rini
yang tadinya sedang kesal saking asiknya bergurau dengan sahabatnya itu tampak
ceria dibandingkan dengan raut wajahnya sesaat pulang kuliah.Mereka memasuki
satu persatu toko baju yang berada di dalam mall itu,akhirnya mereka berdua memutuskan
untuk membeli sebuah baju yang percis sama menurut remaja sekarang si
cople.Mereka berdua sudah seperti anak kembar yang mungkin tidak akan pernah
bias di pisahkan.Sesampainya mereka di kostan mereka berdua kelelahan dan
akhirnya merebahkan badannya di sebuah kasur yang berada di dalam kostan
Sintia.Tanpa ada yang menyadari ternyata mereka sudah menghabiskan waktu
seharian.keesokan harinya mereka berdua tidak ada mata kuliah satu pun alias
libur. Mereka tampak kegirangan karena keduanya tidak memiliki mata kuliah.
”perbuatan konyol apalagi yang akan kita buat hari ini
Sin?”.Ujar Rini yang sedang kebingungan mencari ide.
”gimana kalo hari ini berolahraga?atau kta habiskan
dengan membuat cake?”jawab ide dari Sintia.
Tetapi Rini hanya menaikan bahunya tanpa mengeluarkan
satu patah kata pun.Setiap hari mereka membuang waktu mereka berdua tanpa ada
pendamping.Suatu ketika mereka berdua sedang asik bercanda gurau datang seorang
laki-laki yang menyakan kelas.
”mba….numpang nanya kalo kelas arsitektur dimana
ya?”Tanya laki-laki itu.
”disono no…belok kanan” jawab Sintia ketus.
”makasih ia mba”jawab laki-laki dengan halus.
”loe ga bisa halus dikit apa sama cwo?”celotehan Rini.
Sintia yang hanya terdiam tanpa menghiraukan omongan
Rini.Ohh ia hampir lupa cerita tentang cwo yang di taksir Sintia,ternyata cwo
itu sudah memiliki pacar,mulai deh Sintia benci sama cwo.Klo di pikir-pikir sii
apa salah cwo itu ya?sampe dia benci sama cwo satu itu.Sahabatnya pun tidak
mengetahui peristiwa itu.Sintia memang sosok orang yang tidak pernah
mengumbar-ngumbar masalah apapun,selagi dia bisa menyelesaikannya sendirian dia
tidak akan bilang pada siapapun.Hari demi hari,Bulan demi bulan telah mereka
lewati bersama.Tidak terasa Tahun ajaran baru pun telah dimulai dengan kondisi
kampus yang baru Rini dan Sintia sangat bersemangat untuk melihat adik
tingkatnya yang pada saat itu sedang orientasi siswa.Dengan kejahilan Sintia
banyak sekali adik tingkatnya yang kena jahilannya.Sempat ada yang nangis lo
gara-gara di suruh Sintia mencari orang yang bernama Sintia,padahal nama itu
kan dia sendiri.Lucu banget kan tingkah laku is Sintia ini.Rini hanya bisa
menertawakan adik tingkatnya yang sedang terkena perangkaapnya.Pada saat itu
dia menjaili seorang cwo yang sedang asik duduk di bawah pohon.
”heh ngapain diem disini!!bukannya ikut kumpul malah
asik-asik diem di bwah pohon”.dengan nada tinggi.
”udah Sin,udah kasian anak orang loe gituin terus dari
tadi”.bisik Rini.
Cwo itu sama sekali tidak menghiraukan omongan Sintia
yang begitu keras,dengan santainya dia pergi meninggalkan mereka berdua.Dengan
wajah terpelongo dan bego mereka berdua saling berhadapan dan terheran-heran
melihat tingkah laku adik tingkatnya yang satu itu.Akhirnya tanpa pikir panjang
mereka pun melesat mengikuti laki-laki itu.Pada saat mereka sedang asik
mengikuti laki-laki itu mereka di panggil oleh salah satu temannya.Akhirnya
dengan sangat menyesal mereka tidak jadi mengikuti laki-laki itu,tetapi mereka
akan mencari tahu lain kali siapa cwo itu sebenarnya.Hari demi hari pun telah
terlewati merkeka selalu mencari keberadaan cwo yang mereka temukan pada saat
orientasi di laksanakan,karena menurut merka cwo itu sangat tidak sopan dan
harus di ajarkan yang namanya sopan santun.Pada saat mereka sedang asik
menikmati sejuknya suasana di taman kampus,laki-laki itu melintas di hadapan
mereka,tanpa basa-basi mereka menyambar langsung laki-laki itu.
”heh loe!!!” teriak Sintia.
”gw?”jawab cwo itu dengan nada dingin.
”ia loe siapa lagi!!! Ketus Sintia.
Tetapi seperti biasa cwo itu tidak menghiraukan
perkataan mereka,cwo itu berjalan lurus seperti tidak terjadi apa-apa.Sintia
dan Rini tambah penasaran siapa sebenarnya cwo itu,dengan seenaknya dia
memperlakukan kita seperti patung.Mereka mengikuti cwo itu dengan semangat yang
menggebu-gebu.akhirnya di suatu tempat dia sedang duduk sendirian dengan
headset yang tepat di letekan di telinganya.Sintia dan Rini merasa ada yang
ganjil atas sikap cwo itu,dengan wajah songongnya mereka mendekati cwo itu dan
mereka duduk pas di sampingnya.
”loe itu siapa sii?ko bisa-bisanya loe cuekin kita
bedua?”.ucap Sintia dengan nada yang sdikit lembut dari biasanya.
”gw bukan siapa-siapa ko?ngapain si kalian ngikutin gw
sampe kaya gini?ada perlu apa loe berdua sama gw?klo ada kesalahan yang gw
lakuin sama loe berdua mavin gw”.Dengan nada yang datar dan dingin.
Pada saat itu suasana terasa sangat kaku,Sintia dan
Rini tiba-tiba hanya terdiam mendengar ucapan cwo itu,dan pada saat itu juga
cwo itu meninggalkan mereka seperti biasanya,tidak ada satu pun orang yang berada
disana selain mereka,.muka mereka terlihat sangat lucu seperti melihat mahluk
halus.
”ada ia cwo sedingin dia Rin”.dengan nada datar dan
tidak percaya.
”ia Sin,gw aja bingung otak anak itu tebuat dari baja
apa bukan ia?”.jawab Rini.
Akhirnya mereka berdua pergi dari tempat itu.Setalah
mereka berdua pulang dan sampai di tempat kostan mereka,kali ini mereka berada
di dalam kostan Rini yang berada tepat di samping kostan Sintia.Mereka berdua
terus membahas tentang laki-laki itu,karena baru kali ini ada cwo sejutek cwo
yang mereka temui tadi siang.Keesokan harinya mereka kembali melakukan aktivitas
seperti biasanya,tetapi semenjak laki-laki itu
muncul kerjaan mereka bertambah yaitu mencari tau siapa sebenarnya
laki-laki itu.Sampai titik puncak kesabaran mereka,mereka akhirnya menanyakan
identitas cwo itu ke bagian kemahasiswaan,mereka menanyakan cwo itu dengan
penuh harapan semuanya terbongkar.Setelah penjaga kemahasiswaan menanyakan
ciri-ciri cwo itu dan memperlihatkan fotonya,terungkaplah teryata cwo itu merupakan
anak dari donatur kampus mereka.Dengan wajah tidak percaya mereka semua
terlihat seperti orang yang sedang terkena masalah besar,muka mereka berdua
memerah karena malu,selama ini mereka membentak-bentak anak dari donator kampus
mereka.
”Rin gw harus gimana nih?”.dengan nada ketakutan.
”ga tau Sin kayanya kita harus minta mav deh sama cwo
itu nati klo ketemu lagi”.jawab Rini polos.
”oke…oke…!”.jawab Sintia takut.
Mereka berdua berjalan sambil memikirkan kenapa cwo
itu super cuek dan dingin pada semua orang. Beberapa hari kemudian mereka
berdua menemukan cwo itu di tempat biasa cwo itu diam.Mereka pun menghampiri
cwo itu,belum sempat mereka ngomong cwo itu sudah pergi tetapi mereka teriak
memanggil cwo itu untuk tidak pergi.
”woi…jangan pergi dulu gw mau ngomong sesuatu”.teriak
Sintia.
Cwo itu pun berhenti dan menghampiri mereka.
”ada apalagi?gw buat masalah lagi sama kalian?”.ucap
cwo itu dengan nada dingin seperti biasanya.
”ga ko gw sama temen gw mau minta mav sama loe,karena
sikap kita berdua kurang sopan sama loe”.jawab Sintia dengan nada rendah.
”ohh Cuma itu,santai aja ga perlu ada kata-kata minta
mav”.jawab kembali cwo itu dan meningglkan mereka berdua.
Sintia dan Rini selalu terlihat bodoh apabila bertemu
dengan cwo itu.Tetapi lain dengan kali ini walaupun mereka tampak bodoh tetapi
mereka bedua lega karena telah meminta mav pada cwo itu.Walaupun sudah lega
tetapi mereka selalu di buat penasaran oleh laki-laki itu,apa yang sebenarnya
terjadi sama cwo itu.Selalu duduk sendirian di tempat sepi kaya gini,nadanya dingin
dan datar.Itu semua tanda tanya bagi merka berdua dan perlu di selidiki.Mereka
berdua tipe cwe yang penasaran apabila ada yang mengganjal bagi mereka,kali ini
misi mereka adalah laki-laki itu.Pada pagi hari yang sangat cerah anak-anak
sedang sibuk berada di papan madding karena nilai mereka sudah keluar Sintia
dan Rini pun ikut menyerbu manding yang di padati oleh anak-anak lain.Pada saat
mereka sedang sibuk melihat-lihat nilai mereka,mereka berdua melihat cwo itu
memandang kearah madding lalu pergi begitu saja.Tanpa di hiraukan mereka,mereka
pun kembali asik melihat nilai-nilai mereka yang sudah keluar.Dilihatnya ada
sebuah nama yang selalu berada di urutan pertama yaitu rizky.Di otak mereka
pasti Rizky ini tipe orang yang cupu,berkaca mata tebal,susah bergaul,setelah
mereka menanyakan siapa sebenarnya rizky pada anak-anak yang sedang asik
melihat nilai-nilai mereka.Uppzzzz ternyata mereka menyakan orang yang selalu
ada di urutan pertama itu pada orangnya,dengan wajah yang memerah mereka pun
pergi perlahan-lahan dan lari.Dengan sepenuh tenaga mereka melesat pergi dan
tanpa sengaja mereka menabrak cwo yang sedang menjadi incaran mereka.
”aduuhhhh…..sory..sory..”.Ucap Rini.
”gpp ko,gimana nilai kalian bagus?pasti si rizky lagi
yang jadi urutan pertama pada semua mata kuliah?”.ucap cwo itu dengan nada
halus tidak seperti biasanya.
”loe udah liat nilai-nilainya?ia rizky lagi yang
dapetin urutan pertama,pintar banget dia.udah cakep,pinter pula,anak kelas apa
sii dia?loe tau ga?”.tanya Sintia.
”anak kelas B,dia kaka gw”.setelah menjawab pertanyaan
mereka dengan nada yang datar cwo itu pun pergi.
Sintia dan Rini seperti biasanya memperlihatkan muka
bodoh mereka yang masih tidak percaya klo Rizky kakanya cwo itu.Karena keduanya
tidak memiliki kesamaan,yang ada juga perbedaan antara langit dan bumi.
”mana bisa Rizky kakanya cwo itu?”.ucap Sintia.
”gw juga ga percaya sama omongan cwo itu Sin.Berasa ga
mungkin banget”.jawab Rini dengan muka polosnya.
Pada saat mereka mau pulang,mereka ga sengaja ngeliat
cwo itu sedang berada di tenda lapangan basket kampusnya,pada saat mereka
mendekati cwo itu,cwo itu terlihat lari ke arah toilet.Saking
penasarannya,mereka mengukuti cwo itu,sesampainya mereka di depan toilet cwo
itu,mereka berdua mendengar jeritan suara cwo yang sedang kesakitan.Mereka
berdua tanpa pikir panjang segera memasuki toilet yang terdengar suara jritan
itu,tetapi pintu toilet itu tekunci.Mereka terlihat samgat panik pada saat
itu,dan akhirnya mereka pun berniat menunggu orang itu keluar dari
toiletnya.Ternyata yang keluar dari toilet itu cwo yang mereka jadikan sasaran
selama ini.Pada saat mereka akan menghampiri cwo itu,cwo itu sesegera mungkin
mengambil tasnya dan segera pergi.Sintia dan Rini sudah bersiap-siap akan
mengejar dia tetapi cwo itu tergesa-gesa memasuki mobilnya yang di parkirkan
tidak jauh dari tempat dia diam tadi.Rasa penasaran mereka pun semakin tinggi
untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.Beberapa hari kemudian mereka akan
memasuki kampus mereka,mereka tidak sengaja melihat cwo itu sedang di marahi
oleh ayahnya.Mereka berdua mempercepat langkahnya karena mereka berdua ga tega
melihat cwo itu di bentak-bentak bahkan sampai di tampar oleh ayahnya.Sepanjang
perjalan mereka menuju kelas,mereka membicarakan laki-laki itu.
”jahat banget ayahnya cwo itu Rin”.ucap polos Sintia.
”ia Sin apa salah cwo itu iaa?kayanya kita harus
cepat-cepat menanyakan hal ini sama cwo itu deh Sin”.jawab Rini.
Mereka berdua pun memasuki kelas dan mengikuti mata
kuliah dengan penuh pertanyaan besar tentang cwo itu.Selesai jam mata kuliah
mereka berdua menyimpangi kantin yang tepat berada di depan taman yang biasa
mereka tempati.Mereka berdua selalu membahas cwo itu dimana pun mereka ada
kesempatan untuk berbicara.Selang satu hari mereka melihat cwo itu sedang
berada di dalam mobil yang seperti biasa di parkirkan di dekat lapangan basket
kampus.Tetapi tampak aneh pada saat itu yang biasanya apabila orang yang sedang
berada di dalam mobil terlihat damai dan sepi,kali ini lain didalam mobil itu
terdengar suara music yang sangat keras,seperti biasa mereka penasaran dan
mendekati mobil cwo itu.Sesampainya di depan mobil cwo itu,dengan menutup
telinga mereka karena suara music yang sangat keras mereka berdua melihat cwo
itu sedang muntah-muntah di dalam mobilnya,tanpa pikir panjang mereka membuka
pintu mobil cwo itu dan mematikan mesin mobil yang dari tadi hidup.Sintia dan
Rini mengeluarkan cwo itu dari mobilnya dan menyenderkannya pada sebuah pohon
rindang di samping mobil itu di parkirkan.Sintia mengeluarkan tissue dari
tasnya dan mengelapkan tissu pada cwo itu karena banyak sekali keringat yang di
keluarkan cwo itu.Sambil menunggu cwo itu membaik mereka berdua membuang sebuah
tempat yang menjadi tempat pada saat cwo itu muntah-muntah.Akhirnya cwo itu pun
membaik keadaanya.
”loe gpp kan?loe sakit?”.tanya Sintia.
”kayanya gw masuk angin,lemes banget badan gw,ada yang
bisa bawa mobil tolong anterin gw balik dong.”.jawab cwo itu dengan suara
lemas.
Akhirnya Rini yang membawa mobil cwo itu dan Sintia
berada di belakang sambil menjaga cwo itu.Pada saat di perjalanan Sintia
memandang cwo itu terus-terusan,banyak sekali pertanyaan yang akan dia tanyakan
pada cwo itu,tetapi tidak satu pun pertanyaan itu keluar dari mulutnya.
“Minggirin mobilnya dong bentar”.ucap cwo itu lemas.
Akhirnya Rini pun meminggirkan mobilnya.
“Oeeeee…..oe….”.suara muntah cwo itu.
“Beneran loe gpp?loe ke rumah sakit aja ya?dari pad
aloe tambah sakit”.tanya Sintia khawatir.
“Udah ga usah!gw gpp”.ketus cwo itu.
Perjalanan pun di teruskan.Sintia berkali-kali
menyuruhnya untuk pergi ke rumah sakit,tetapi jawabannya sama cwo itu
menolaknya.Pada saat melanjutkan perjalanan Sintia menanyakan nama cwo
itu,karena dari awal ketemu mereka belum berkenalan.
“Ngomong-ngomong nama loe siapa?dari awal sampe sekarang
gw sama temen gw ga tau nama loe siapa”.Tanya Sintia
“sampe lupa gw ngenalin diri gw sendiri,nama gw
Avid,makasih loe berdua udah mau ge repotin ya”.Jawab Avid lemas.
“Mungkin memang jiwa cwo ini dingin kali ya?”.Tanyanya
dalam hati.
Karena selama di perjalanan cwo itu hanya
terdiam,lama-lama cwo itu memegang perutnya dan semakin dia merasa kesakitan.
“Bisa tolong ambilin obat gw di tas gw ga?”.ucap cwo
itu dengan nada merintih kesakitan.
.Dengan rasa khawatir Sintia mengambilkan obatnya dan
cwo itu pun meminumnya.Walaupun tidak langsung membaik cwo itu terlihat sangat
tidak berdaya,yang mereka tau cwo itu dingin tetapi kali ini mereka milihat cwo
itu tidak berdaya lagi.Akhirnya mereka sampai pada satu rumah yang terlihat
sekali dari luar rumah itu seperti tidak pernah di tempati.Pembantunya
membukakan pintu gerbang rumah itu,lalu kami meminta pembantunya membantu
mereka mengangkat cwo itu,karena terlihat sekali cwo itu sangat lemas.
”Den Avid kenapa?den Avid baik-baik aja kan?.tanya
khawatir pembantunya sambil membawa Avid masuk ke dalam rumah.
“Kayanya Avid sakit,kalo bisa nanti bawa dia ke rumah
sakit aja,masalahnya dari tadi saya suruh dia ke rumah sakit,Avid selalu
menolaknya”.Jawab Sintia dengan raut wajah panik.
“Loe berdua tunggu di luar aja,mang tolong buatin
mereka minuman,oh ya thanks loe berdua mau nolongin gw”.Ucap Avid sebelum
Sintia dan Rini ikut masuk untuk mengantar Avid ke kamarnya.
“Baik den”.Jawab pembantunya sambil membawa majikannya
ke dalam kamar.
“Kalian mau minum apa?”.Tanya pembantunya.
“Oh ga Pa,kami berdua mau pamitan pulang aja,oh ia
semoga Avid cepet sembuh ya.Kami pamit pulang ya pa,selamat sore”.Jawab Sintia.
“Makasih ya udah anterin den Avid pulang,selamat sore
hati-hati di jalan ya”.jawab pembantu.
Mereka pun pulang.Disepanjang perjalan pulang mereka
berdua saling bertukar pikiran tentang cwo itu,karena pemikiran mereka sama
yaitu penasaran.Sesampainya di kostan masing-masing mereka berdua langsung
meniduri kasur mereka karena kelelahan.Mereka tetap penasaran apa yang sedang
cwo sembunyikan.Hari demi hari mereka lewati,tetapi akhir-akhir ini mereka
berdua jarang sekali melihat cwo itu di kampus,karena mereka berdua di ambang
kebingungan dan penasaran.Akhirnya mereka berdua mendatangi rumah cwo
itu,tetapi ternyata cwo itu tidak lagi menempati rumah itu,dan tidak ada yang
tau sama sekali keberadaan cwo itu sekarang.Tidak tahu apa yang harus mereka
lakukan pada saat itu,akhirnya mereka berdua putus asa untuk mencari keberadaan
cwo itu.Setelah mereka tidak menghiraukan keberadaan cwo itu lagi,tiba-tiba ada
pengumuman di papan madding klo ternyata anak dari penyumbang yayasan kampuss
mereka telah melanjutkan kuliahnya di luar negeri dan anak itu sekarang menjadi
dosen di kampus mereka,Sintia dan Rini yang tadinya membaca pengumuman itu
dengan serius tergaket bersamaan.
”hah?sialan orang yang kita cari selama ini,dia
menghilang buat menuntut ilmu di luar negeri!!!”ucap Sintia dengan nada emosi.
Tetapi Rini hanya terdiam karena tidak percaya dengan
pengumuman yang telah di tempel di madding kampus mereka.Mata kuliah pun akan
segera di mulai mereka berdua berlarian menuju kelas mereka karena mereka
berdua telat masuk pada mata kuliah pada saat itu.Sesampainya di depan kelas
mereka mereka terengah-engah karena lari-lari.Saat mau memasuki kelas
mereka,mereka terdiam sejenak karena mereka melihat dosen mereka yang sudah tidak
asing lagi bagi mereka.
“Mav pa kami telat,boleh kami masuk jam mata kuliah
bapa?”.Dengan nada yang terengah-engah cape habis berlarian,dan dengan raut
wajah kebingungan.
Dengan wajah tidak percaya,dengan suara yang sangat
kecil mereka mengobrol untuk membahas masalah ini.Setelah jam mata kuliah
mereka selesai tanpa pikir panjang mereka berdua menghampiri dosen mereka.
”permisi pa,nama bapa Rizky ya?”Tanya Rini dengan
sopan.
”iya benar,kalian mahasiswi yang telat tadi ya?ada
apa?ada yang mau kalian tanyakan kepada saya?”jawab Rizky dengan nada lebut.
”ohh bukan pa,maaf pa saya lancang,saya mau menanyakan
apa benar bapa kakanya dari teman saya Avid?”wajah ketakutan.
Tetapi pada saat itu tanpa dia keluarkan satu kata pun
dari bibir Rizky,Rizky pun meninggalkan mereka berdua.
“pa…tunggu pa….”.panggil Sintia.
Tetapi Rizky tidak menghiraukan ucapan Sintia.
“Kenapa tuh dia?ko sikapnya aneh banget setelah gw
tanya soal Avid”.Cetus Sintia.
“Ga tau gw Sin,Kayanya ada yang ga beres nih”.Jawab
Rini penasaran.
Mereka berdua sangat kebingungan karena terheran-heran
dengan tingkah laku Rizky tadi.Mereka berdua kembali di landa penasaran yang
luar biasa.Akhirnya masa pencarian pun di mulai Sintia dan Rini di sibukan oleh
sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting.Semakin hari semakin dibuat
penasaran,dan akhirnya mereka mulai bertanya-tanya pada Rizky dosen baru
mereka.Setelah mereka tau Avid mengapa dan kemana mereka,mereka hanya memiliki
reaksi yang sama yaitu berdiam diri tanpa di lontarkan satu kata pun.Ternyata
cwo yang selama ini mereka cari-cari menghilang dari rumah,karena menurut
kakanya sendiri Avid memang tergolong anak yang pendiam,tidak pernah
menceritakan apa masalah dia.Keluarga mereka pun saat ini sedang mencar
keberadaan Avid yang menghilang entah kemana.
Di kota yang berbeda Avid
sedang asik memompa paru-parunya untuk menghisap batang demi batang
rokok.Terlihat sekali wajah Avid yang ptus asa dan tidak memiliki semnagat
untuk hidup,nampaknya dia depresi berat,menanggung banyak masalah yang sama
sekali tidak dia ceritakan sama siapapun.Avid yang berada di kota Jakarta di
mana di tempat itu dia menghabiskan banyak waktunya.Belum ada sama sekali yang
tahu keberadaan Avid dimana.Tetapi lain Avid yang saat ini,dia menjadi seorang
laki-laki yang dapat tergolong laki-laki yang urakan,berbeda sekali dengan Avid
yang dahulu.Hari demi hari telah terlewati,hari demi hari pun Avid semakin tak
karuan kondisinya.Di luar sana keluarganya sedang sibuk mencari keberadaan Avid
sekarang,tanpa di duga salah satu dari teman Avid melihat Avid pada saat
itu,dan langsung memberitahu keberadaan Avid kepada orang tuanya Avid.Tanpa
banyak membuang-buang waktu keluarga Avid pun langsung melesat ke tempat dimana
Avid tinggal sekarang.Singkat cerita mereka akhirnya bertemu.
”mavkan bunda sama ayah ya nak,selama ini kami mengira
kamu anak yang tidak pernah mendengarkan nasihat kami,sekarang kami mengerti
mengapa kamu bersikap seperti ini,mavkan kami sekali lagi”ujar ibunda kepada
Avid yang sedang duduk.
”iya bun,Avid ngerti ko,memang selama ini Avid bkin
jengkel bunda dan ayah,apalagi ka Rizky.Mavin Avid juga iya bun,yah,ka?Avid
janji setelah ini Avid akan menjadi anak yang penurut dan dapt di banggakan.Avid
janji ga akan menyusahkan kalian lagi,Avid sudah bosan hidup seperti ini,Avid
Cuma pingin bunda,ayah,dan kaka bisa bahagia”.jawab Avid,tidak lama bundanya
ingin memeluk dia.
Avid tiba-tiba jatuh.Mereka semua terkejut,dan segera
membawa Avid ke rumah sakit,tetapi nyawa Avid tidak tertolong lagi.Selama ini
Avid yang diam tanpa kata memiliki penyakit yang membuat dirinya terpukul
selama ini.Keesokan harinya pemakaman akan di laksanakan Sintia dan Rini sangat
terpukul atas kepergian sahabatnya ya walaupun mereka awalnya sebel sama
Avid.Tetapi mereka sadar ini yang di namakan persahabatan,saling memikirkan
satu sama lain.Pembantunya yang selama ini menjaga Avid memberikan beberap
tulisan Avid di sisa hidupnya.
Bundaku tersyang dan akan selalu kusayang walaupun hanya ku pendam di
dalam hati yang sangat kecil ini.Mavin Avid bun selama ini Avid hanya nyusahin
bunda,bikin kesel bunda,bikin bunda nangis juga pernah.Avid sadar Avid bukan
anak yang dapat di banggakan sama bunda,tapi suatu saat nanti bunda akan
bahagia oleh kaka Rizky bun.Bunda Avid minta tolong sama bunda teruskan usaha
Avid yang berada di Jakarta,mang Ijo (pembantunya) tau ko tempatnya dimana
bunda tanyakan saja pada dia.Semoga semuanya bermanfaat buat bunda.Avid Cuma
pingin liat bunda tersenyum di saat Avid pergi,Avid memang jahat udah ninggalin
bunda tanpa bisa membahagiakan bunda.Tapi asal bunda tau Avid tidak pernah
sedetik pun melupakan bunda,bunda selalu ada di dalam pikirandan hati
Avid,bunda ga nyesel kan punya anak seperti Avid? Ga nyesel juga kan ngegedein
Avid?semoga bunda nerima Avid apa adanya.Tesenyumlah untuk anakmu yang selalu
membuat onar dalam keluarga bun,Avid seneng kalo liat bunda tersenyum dan
bahagia,salam sujudku dalam hatimu bun.
Anak
nakalmu
Avid
Ayah,selama ini Avid
yakin ayah kecewa sama Avid.Avid rela setiap hari kena pukulan ayah karena Avid
ga pernah mau dengerin kata-kata ayah,tapi ayah ahrus tau Avid hanya ingin
menjadi diri Avid sendiri,Avid gam au di batas-batasi seperti selama ini.Avid
kesiksa dengan situasi yang ayah berikan kepada Avid,memang Avd tidak seperti
anak kesayang ayah yaitu kaka Rizky,tapi Avid tau gimana caranya bisa
memberikan kebahagian kepada ayah,tetapi waktu tidak berpihak padaku yah,aku di
kejar oleh waktu yang sangat sempit di berikan oleh Tuhan.Ayah sebenarnya dari
dulu yang Avid pingin Cuma 1 ngeliat ayah yang selama ini keras terhadap
Avid,tersenyum ikhlas di depan Avid,senyum ayah yang dapat me,buat Avid
melakukan apapun yang ayah mau,tetapi sampai saat ini mungkin sampai Avid tidak
ada ayah tidka mau memberikan senyumanmu kepada anak yang selalu membangkang
nasihatmu yah.Avid merasa sangat berdoa sekali selama Avid hidup di dunia
ini<ayah yang menginginkan anaknya menjadi anak yang berguna tetapi malah
sebaliknya Avid selalu melawan ayah.Ayah tidak ada satu pun ayah yang Avid
banggakan,Cuma ayah yang Avid banggakan kepada teman-teman Avid.Avid selalu
bilang klo ayah Avidlah yang paling baik,selau memebrikan yang terbaik untuk
anaknya.Ayah tebarkan selalu senyumu kepada anakmu ini yang sedang asik
meledekmu di dalam tanah merah,yang tertutup rapat pada saat ini.mavin Avid
yah.
Si
pembangkang
Avid
Kakaku yang paling baik
dan paling pintar jangan marah ya sama adikmu ini,adikmu ini pasti selalu bikin
jengkel.Avid bangga punya kaka sebaik dan sepintar kaka,Avid ga akan pernah
bisa menjadi kaka dan begitu pula kaka ga akan bisa menjadi Avid.Avid selalu
bikin masalah sama kalian,Avid hanya ingin melihat kaka bisa menjadi anak
kebanggaan bunda dan ayah,karena Avid tau Avid ga akan pernah bisa menjadi anak
yang di harapkan sama bunda dan ayah.Kaka tolong jaga bunda dan ayah di sana
ya,buat mereka selalu tersenyum bangga karena kaka,Avid yakin kaka ga akan
kecewain Avid ia kan?Avid ingin sekali menjadi anak yang mereka banggakan
tetapi semua itu sudah terlambat waktu yang Avid punya tidak banyak,Avid titip
bunda sama ayah ya kaka.Avid selalu saying sama kaka.
Si
menjengkelkan
Adikmu
Avid
Hei sahabat-sahabat gw
yang mungkin hanya kalian yang gw punya,apa kabar kalian hari ini?udah lama ya
kita ga ketemu,apa kalian semua cemas waktu gw ilang?kayanya engga deh ya.Gw ga
nyangka dapetin sahabat seperti kalian.Sintia yang selalu bikin gw jengkel
karena sifatnya yang galak,dan Rini yang selalu membela gw disaat gw di marahin
Sintia.Awalnya gw jengkel sama Sintia ternyata kejengkelan gw berubah menjadi
perasaan sayang,selama itu gw suka lo Sin,mav gw ga bisa ungkapin semua ini,gw
hanya seorang pengecut.Rini sahabat gw yang paling mengerti gw loe jagain cwe
yang paling gw sayang setelah nyokap gw.Gw tau loe sahabatnya yang paling baik
dan mengerti apa yang Sintia mau.Gw sayang lo semua.
Si
pendiam
Avid
Setelah mereka membaca masing-masing surat yang di buat
Avid tanpa di sadarai air mata telah mengalir di pipi mereka semua.Sintia pada
saat itu merasa sangat menyesal karena selama ini dia tidak bisa merasakan apa
yang Avid rasakan selama ini.Rini hanya mengusap-usap punggung Sintia untuk
dapat menenangkan hati Sintia yang pada saat itu sedang hancur.
”kita pulang yu Sin?”.ucap Rini mengajak Sintia
pulang.
Akhirnya mereka memutuskan
pulang dan berpamitan kepada orang tua Avid.Hari demi hari yang Sintia rasakan
sangatlah kesepian dia masih saja menyesal atas perbuatannya kepada Avid..
”andai aja dari dulu gw tau perasaan Avid sama gw,gw
yakin semuanya ga bakalan kaya sekarang Rin”.cetus Sintia.
”udah Sin,umur manusia ga ada yang tahu,yang tau semua
itu hanya tuhan,lo yang sabar ia Avid bakalan seneng banget kalo liat loe
bahagia”.jawab Rini untuk menenangkan Sintia.
”Rin gw nyesel Rin!!!”.dengan nada menyesal dan
bercucuran air mata.
Rini hanya dapat memeluk Sintia dan mengelus-elus
rambutnya yang panjang terurai.Sintia pun menjalani hari-harinya dengan penuh
penyesalan.Tetapi tak lama dari itu Sintia tau apa yang harus dia lakukan demi
membalas semua kasih sayang yang Avid simpan selama ini.Dia menjadi mahasiswi
yang di banggakan di kampusnya dengan nilai-nilainya yang bagus.Sintia pun
mendapatkan cwo yang mungkin tergolong poluler di kampusnya.Sintia dan pacarnya
yang baru sangatlah cocok menjadi sepasang kekasih,karena Sintia tidak mau
menyesal seperti apa yang dia selali hingga saat ini.
Penyesalan selalu datang di akhir,katakanlah bila kau
memang ingin mengatakannya.jangan sampai apa yang akan di katakan tidak sempat
di ungkapkan dan di dengar oleh orang yang sangat berati bagi kita.Karena hidup
manusia tidak akan ada yang tau,hanya Tuhan yang dapat menentukan semuanya.
buat Mr.U entah siapa orang yang berada di sana sebelumnya makasih udah bilang bgus karya sayamtapi klo urusan kehidupan saya tolong jangan di bhas di sini.....mav saya hapus komentarnya berasa ga penting klo mau komen tentang kehidupan saya!!!
BalasHapussaya tau anda tapi anda tidak tau saya ^^
BalasHapussemangat terus untuk berkarya
dan semoga menjadi penulis yang hebat
saya cuman mw correct tentang penulisannya pada tanda" baca
seperti koma atau titik yang harus di perhatikan lagi
kayanya eka juga tau kamu....tpi ga usah di bhas lah ia..
BalasHapusemang ini semua cerita tanpa editan...murni jadi langsung di simpen